Hotline 0823 1060 7878
Lacak Pesanan Registrasi Member ID 🇮🇩
Home Search
Cart
Account Chat

5 Kesalahan Saat Memasang Keramik Cutting yang Harus Dihindari

14 August 2026

DEPO SS - Keramik cutting banyak dipilih untuk menciptakan tampilan lantai dan dinding yang lebih rapi, modern, dan presisi. Salah satu cirinya adalah bagian tepi keramik dipotong dengan presisi sehingga pemasangan dapat menggunakan nat yang relatif kecil.

Namun, hasil akhir keramik cutting tidak hanya ditentukan oleh kualitas keramik. Teknik pemasangan juga sangat berpengaruh. Kesalahan kecil saat pemasangan dapat membuat garis nat tidak sejajar, permukaan tidak rata, bahkan membuat hasil akhir terlihat kurang maksimal.

Berikut lima kesalahan yang sebaiknya dihindari.

1. Tidak Memastikan Permukaan Dasar Rata

Kesalahan pertama adalah langsung memasang keramik tanpa memastikan permukaan dasar sudah rata.

Permukaan yang bergelombang dapat menyebabkan keramik tidak berada pada ketinggian yang sama. Akibatnya, setelah dipasang akan muncul bagian keramik yang lebih tinggi atau rendah.

Sebelum pemasangan, pastikan permukaan sudah cukup rata, bersih, dan siap menerima material perekat.

Tips: gunakan alat bantu seperti waterpass atau alat ukur laser untuk memeriksa kerataan area.

2. Menganggap Nat Tipis Berarti Tidak Perlu Presisi

Keramik cutting memang dapat menghasilkan tampilan dengan garis nat yang lebih tipis dan rapi. Namun, nat tipis justru membutuhkan pemasangan yang lebih presisi.

Jika posisi satu keramik sedikit saja bergeser, perbedaannya akan lebih mudah terlihat karena garis nat yang kecil tidak banyak memberikan ruang untuk menyamarkan ketidaktepatan pemasangan.

Gunakan spacer sesuai kebutuhan dan pastikan setiap keping keramik berada pada posisi yang tepat.

3. Mengabaikan Pola dan Arah Pemasangan

Keramik dengan motif tertentu memiliki arah pemasangan yang perlu diperhatikan.

Kesalahan dalam menentukan arah motif dapat membuat pola lantai terlihat tidak beraturan, terutama pada keramik bermotif marmer, batu alam, atau motif yang memiliki pola berulang.

Sebelum mulai memasang, sebaiknya lakukan dry layout, yaitu menyusun beberapa keping keramik terlebih dahulu tanpa perekat untuk melihat bagaimana pola keseluruhannya.

Cara ini juga membantu menentukan posisi potongan keramik agar hasil akhirnya lebih proporsional.

4. Menggunakan Perekat atau Campuran yang Tidak Sesuai

Perekat merupakan bagian penting dalam pemasangan keramik. Jangan memilih atau mencampur material perekat hanya berdasarkan kebiasaan.

Gunakan produk yang sesuai dengan jenis keramik, ukuran keramik, lokasi pemasangan, dan rekomendasi produsen.

Penerapan perekat juga harus merata. Untuk keramik berukuran besar, metode pemasangan tertentu seperti aplikasi perekat pada permukaan dasar dan bagian belakang keramik dapat diperlukan sesuai spesifikasi sistem pemasangan.

5. Terburu-buru Setelah Keramik Selesai Dipasang

Setelah keramik terpasang, pekerjaan belum tentu langsung selesai.

Material perekat membutuhkan waktu untuk mengering dan mencapai kondisi yang sesuai sebelum area digunakan atau dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Jangan langsung memberikan beban berat atau melakukan aktivitas yang dapat menggeser keramik sebelum waktu yang direkomendasikan oleh produsen perekat.

Selain itu, bersihkan sisa perekat dan material dari permukaan keramik sebelum mengeras agar proses finishing lebih mudah.

Bonus: Jangan Lupa Perhatikan Area Sudut dan Tepi

Bagian sudut dan tepi sering menjadi area yang menentukan kerapian hasil akhir.

Potongan keramik yang tidak presisi dapat membuat sambungan terlihat kurang rapi. Karena itu, pengukuran harus dilakukan dengan teliti sebelum keramik dipotong.

Untuk area yang membutuhkan perlindungan terhadap air, seperti kamar mandi, detail sambungan dan sistem waterproofing juga harus dikerjakan dengan benar.

Apakah Keramik Cutting Lebih Sulit Dipasang?

Tidak selalu, tetapi pemasangannya membutuhkan tingkat presisi yang lebih tinggi jika ingin mendapatkan tampilan nat yang tipis dan garis yang konsisten.

Semakin besar ukuran keramik dan semakin kecil nat yang direncanakan, semakin penting kualitas permukaan dasar, ketepatan pengukuran, serta keterampilan tukang.

Jadi, jangan hanya mempertimbangkan harga dan desain keramik. Pastikan juga proses pemasangannya dilakukan dengan metode yang tepat.